Isolasi Mikroba dari Alam

November 21, 2009 at 2:45 am (Farmasi)

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI Kelompok : 8 (Delapan) Modul : III. Isolasi Mikroba dari Alam Nama Ketua / NIM : Tsara mumtazi Islamy / 3311081004 Anggota : Renata Novianissa / 3311081027 Dwi Yulian P. / 3311081037 Tiara Dewintha Ryashani / 3311081044 JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI CIMAHI 2009

BAB I PRINSIP DAN TUJUAN PERCOBAAN Prinsip percobaan Prinsip pada metode isolasi mikroba adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Tujuan percobaan – Mempelajari sifat-sifat koloni pada media agar – Memahami cara mengisolasi suatu mikroba untuk mendapatkan biakan murni -Mempelajari cara mendapatkan biakan murni dari biakan campuran (memisahkan satu jenis mikroba)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini sangatlah besar dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita seperti mulut, saluran pencernaan dan kulit. Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup besar. Sebagai contoh, sekali kita bersin dapat menebarkan beribu- ribu mikroorganisme. Udara, tanah, dan air yang merupakan komponen alam sebagai tempat tinggal kita juga dihuni oleh beragam mikroorganisme. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, kapang dan sebagainya. Populasi dari mikroba yang ada di lingkungan ini sangatlah beraneka ragam dan masih dalam bentuk campuran Oleh karena itu, di dalam penelaahan terhadap suatu mikroorganisme, selain ditumbuhkan juga perlu dilakukan isolasi. Isolasi mikroba berarti memisahkan satu jenis mikroba dari biakan campuran menjadi satu biakan murni (populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk) Penelitian yang layak mengenai mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasi campuran yang rumit ini, atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran, menjadi spesies yang berbeda- beda yang dikenal dengan istilah biakan murni, dengan kata lain terdiri dari beberapa jenis mikroorganisme atau belum murni. Biakan murni ini terdiri dari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk .Pada percobaan ini di fokuskan pada metode atau prosedur untuk menumbuhkan (membiakan) mikroorganisme di laboratorium dengan menggunakan sampel. Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secara tersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama- sama dengan bakteri saprob. Untuk menyendirikan atau mengasingkan suatu spesies dikenal beberapa cara, yaitu : 1. Dengan pengenceran. Cara ini dilakukan pertama kali oleh Lister pada tahun 1865. Ia berhasil memelihara Streptococcus lactis dalam piraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam. Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam- macam spesies diencerkan dalam suatu tabung tersendiri. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira- kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0,1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat, kemungkinan besar akan didapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam medium tersebut, akan tetapi ada juga kemungkinan hanya akan memperoleh satu koloni saja. Dalam hal ini dapat kita jadikan piaraan murni. Jika kita belum yakin, Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni, maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel. 2. Dengan penuangan Robert Koch (1843- 1905) mempunyai metode yang lain, yaitu dengan mengambil sedikit sampel campuran bakteri yang mudah diencerkan, kemudian sampel tersebut di sebar dalam suatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni- koloni yang masing- masing dapat dianggap murni. Dengan mengulang pekerjaan di atas, maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin. Dalam mengisolasi bakteri,kapang dan khamir dapat menggunakan beberapa metode yaitu dengan menggunakan metode gores, metode tuang, metode sebar, metode pengenceran serta micromanipulator. Tetapi, yang paling sering digunakan adalah metode cawan tuang dan cawan gores. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian rupa sehingga individu spesies individu spesies dapat dipisahkan dari lainnya : 1. Metode cawan gores Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Dua macam kesalahan yang sering dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik- baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjadi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel- sel yang digores. 2. Metode cawan tuang Cara lain untuk memperoleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan. Karena konsentrasi sel- sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya, maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang- kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung koloni- koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi. Proses pemisahan atau pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasi Mikroba. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba, yaitu: isolasi pada agar cawan, isolasi pada medium cair, dan Isolasi sel tunggal. 1) Isolasi pada agar cawan Prinsip isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan, yaitu: Metode gores kuadran, dan metode agar cawan tuang Metode gores kuadran. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana setiap koloni berasal dari satu sel. Metode agar tuang Berbeda dengan metode gores kuadran, cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC), yang kemudian dicawankan. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalam cawan. 2) Isolasi pada medium cair Metode ini dapat dilakukan apabila mikroorganisme tidak dapet tumbuh pada agar cawan. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa kali pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar. 3) Isolasi sel tunggal Metode ini dilakukukan apabila mikroorganisme berukuran besar dan tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan atau medium cair. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator, yang dilakukan secara aseptis.

BAB III PROSEDUR PERCOBAAN 3.1 Isolasi Mikroba dari Sampel 1. Siapkan beberapa alat dan bahan berikut ini : NO. NAMA BAHAN DAN ALAT JUMLAH KETERANGAN 1 Sampel 10ml Diencerkan dengan air steril 2 Cawan petri kosong 6 buah steril 3 Media NA plat 2 buah Salah satunya diberi garis batas 4 area (alas) 4 Media SDA plat 2 buah Salah satunya diberi garis batas 4 area (alas) 5 Media MCA plat 1 buah diberi garis batas 4 area (alas) 6 Media MSA plat 1 buah diberi garis batas 4 area (alas) 7 Pipet media 4 buah Steril, 1 pipet untuk 1 jenis media 8 Pipet 1ml 1 buah 9 Media NA cair 15 ml steril 10 Media SDA cair 15 ml 11 Media MCA cair 15 ml 12 Media MSA cair 15 ml 2. Pipet 1ml sampel kedalam 2 buah cawan kosong. Cawan 1 ditambah 15 ml NA dan cawan 2 ditambahkan 15ml media SDA. Kedua cawan diputar di atas meja sebanyak 10 kali, kemudian ‘pra inkubasi’/ diamkan pada suhu kamar selama 15-30 menit. 3. Isikan pula masing – masing 1 cawan untuk media NA, SDA , MCA, dan MSA. Setelah padat masukan ke lemari pendingin untuk goresan berikutnya. 4. Kedua cawan di inkubasi pada suhu dan waktu yag tepat. Untuk SDA di lemari kayu, untuk NA di incubator. 5. Kedua cawan diamati setelah inkubasi, SDA (senin) dan NA (jumat). 6. Untuk mengidentifikasi mikroba hasi isolasi pada media NA dan SDA, perlu diinokulasi pada media NA, SDA, MCA, dan MSA. Cawan yang telah diisi media dan disimpan di lemari pending dikeluarkan dan dibiarkan suhunya normal (suhu kamar). 7. Koloni yang tumbuh pada NA diinokulasi kembali berdasarkan warna/bentuk kooni yang berbeda pada 3 media plat (NA. MCA, dan MSA). Koloni yang tumbuh pada SDA diinokulasi pada SDA berdasarkan warna dan bentuk koloni yang berbeda. 8. Semua cawan plat diinkubasi pada 35-370C kecuali SDA pada 30-350C. bila koloni yang diperoleh dari hasil isolasi da inokulasimasih tercampur dengan koloni lain, dilakukan inokulasi lagi (dapat 2-3 kali) sehingga koloni benar-benar dperoleh koloni tunggal. 9. Semua koloni yang tumbuh pada ke-4 plat dicatat bentuk, warna, atau cirri yang lain. Usahakan foto. 10. Semua cawan yang sudah ditumbuhi mikroba disimpan dalam lemari pendngin untuk diidentifikasi pasa percobaan minggu depan. 11. Beberapa koloni akan dibandingkan dengan data pustaka. 3.2 Mikroflora Normal Tubuh 1. Siapkan alat dan bahan berikut : NO. NAMA ALAT DAN BAHAN JUMLAH KETERANGAN 1 Cawan petri kosong 2 buah Diberi batas 3 area 2 Media NA cair 15 ml steril 3 Media SDA cair 15 ml 4 Gulungan kapas sebesar kelereng 3 gulung 5 Aquadest 10 ml 6 Tusukan 3 tusuk 2. Ke dalam cawan petri masing-masing di isi 15 ml media NA atau SDA. Biarkan pada suhu kamar hinga padat. 3. Ambil 1 kapas steril dengan menggunakan tusukan (seperti cotton bud) kemudian basahi dengan air steril secukupnya. 4. Usapkan pada permukaan yang berbeda kemudian oleskan di atas media NA dan SDA tanpa mengupas medianya. 5. Plat media yang telah disapukan usapan kulit kemudian diinkubasi NA di incubator sedangkan SDA di lemari kayu. 6. Hasil pertumbuhannya di catat kalau bisa difoto.

BAB IV HASIL PERCOBAAN 4.1 Isolasi Mikroba dari Air Minum Isi Ulang Media pelat / datar Sampel : Air minum isi ulang NO GAMBAR KETERANGAN 1 Media NA + Sampel Media NA + Sampel Tidak terdapat pertumbuhan bakteri Setelah media NA yang digoresi sampel hasil pengenceran ternyata dihasilkan tidak ada pertumbuhan, kemudian digores kembali pada media NA, MSA, MCA. Setelah diamati pada NA tidak terdapat pertumbuhan, sedangkan pada MSA terdapat pertumbuhan bakteri dengan ciri-ciri berlendir dan berwarna kuning. Pada MCA didapatkan pertumbuhan bakteri dengan ciri-ciri pada bagian tengahnya berwarna merah dan pada tepinya berwarna kuning. a. NA Media NA Tidak terdapat pertumbuhan bakteri b. MSA c. MCA Media MSA Terdapat pertumbuhan bakteri berlendir, koloni berwarna kuning Media MCA Terdapat pertumbuhan bakteri, koloni ditengahnya berwarna merah dan ditepinya berwarna kuning 2 Media SDA + Sampel Media SDA + Sampel Terdapat banyak kapang dan khamir, berbentuk bulat berwarna hijau dengan pinggiran serabut kapas putih, ada koloni yang serabut kapas putih, dan koloni berwarna kuning Setelah media SDA yang digoresi sampel hasil pengenceran ternyata dihasilkan Terdapat banyak kapang dan khamir, berbentuk bulat berwarna hijau dengan pinggiran serabut kapas putih, ada koloni yang serabut kapas putih, dan koloni berwarna kuning, kemudian dipilih 4 koloni yang berbeda bentuk dan warnanya untuk digores kembali pada media SDA. a. SDA Media SDA Ditemukan kapang atau khamir yang telah menjadi koloni tunggal khamir berwarna kuning, terdapat kapang berwarna hijau keabuan 4.2 Mikroflora Normal Tubuh Media Pelat/datar Sampel : 1. Tangan 2. Hidung 3. Kaki GAMBAR KETERANGAN Media NA + Sampel Media NA + Sampel 1. Terdapat sedikit pertumbuhan bakteri, koloni berwarna putih menyebar 2. Terdapat sangat sedikit pertumbuhan bakteri dibandingkan pertumbuhan bakteri di tangan, koloni berwarna putih 3. Terdapat banyak pertumbuhan bakteri, koloni berwarna putih mengumpul Media SDA + Sampel Media SDA + Sampel 1. Terdapat kapang dan khamir berwarna putih berlendir berjumlah 5 koloni 2. Terdapat banyak kapang dan khamir tidak berlendir berwarna putih 3. Terdapat hanya sedikit 1-3 koloni berwarna putih berlendir

BAB V PEMBAHASAN Untuk percobaan isolasi mikroba Setelah menyiapkan alat-alat yang telah di sterilkan lakukan pengenceran sampel yang akan digunakan dengan perbandingan 1:3 dengan air steril hal ini bertujuan untuk memperkecil atau mengurangi jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan. Cara pengencerannya yaitu dengan memasukan 1ml sampel pada tabung reaksi pertama yang sudah berisi 9ml air steril kemudian aduk hingga sampel tersebut tercampur dengan air sterilnya. Lalu pipet 1ml campuran tersebut kedalam tabung reaksi kedua yang telah berisi 9ml air steril lalu aduk kembali hingga tercampur kemudian lakukan sekali lagi untuk mendapatkan pengenceran 1/1000 atau 1:3. Kemudian pipet 1ml sampel yang telah dilakukan pengenceran pada 2 cawan masing-masing 1ml. setelah itu masukan pada cawan ke.1 15 ml NA dan pada cawan ke.2 15ml SDA hal yang perlu diingat media agar yang dimasukan terlalu panas akan menyebabkan sel-sel mikroorganisme dapat mati karena panas .kemudian putar cawan secara searah dan pelan hingga mencapai suhu kamar. Hal tersebut untuk menghomogenkan suspensi bakteri dari media kemudian di inkubasi. Untuk NA diinkubasi selama 1hari di incubator pada suhu … dan untuk SDA selama 4-5 hari di lemari pada suhu … Untuk percobaan mikroflora normal yaitu dengan menyiapkan 3 cawan yang telah steril dan diberi garis pada bawah cawan untuk membagi 4 bagian . hal ini untuk mengamati dan mengetahui adanya bakteri, kapang atau khamir pada 4bagian tubuh . lalu masukan 15 ml NA, SDA , MCA pada masing-masing cawan . Tunggu sampai merata dan dingin . kemudian ambil kapas yang telah steril dan basahi dengan air steril kemudian usapkan pada 4bagian sampel tubuh yang akan diamati seperti telapak tangan, hidung, kaki dll Caranya dengan mengusapkan kapas yang telah di sterilkan memutar sehingga seluruh permukaan kapas dari cotton bud kontak dengan permukaan sampel . Kemudian inkubasi cawan tersebut . untuk MCA dan NA disimpan dalam incubator selama 24-48 jam pada suhu 35-37oC dan untuk SDA pada lemari dalam suhu 25-30oC Sampel yang kami bawa adalah air minum isi ulang. Setelah di inkubasi pada selama 24 jam pada media NA terdapat sedikit sekali pertumbuhan bakteri atau mikroba. Hal ini menunjukan bahwa air minum isi ulang tersebut ini tidak banyak mengandung bakteri. Kemudian kami memilih 4 koloni yang berbeda-beda pada media NA dan di inokuilasi oada media NA, MCA, MSA lalu di inkubasi selama 24 jam di incubator pada suhu 35-37oC. Setelah di inkubasi baru terlihat pertumbuhan bakteri yang lebih banyak dari yang sebelumnya lalu setelah diamati simpan 3 media tersebut untuk di identifikasi. Setelah media SDA di inkubasi di lemari selama 5-7 hari pada suhu 20-25oC banyak sekali kapang dan khamir yang tumbuh. Hal ini menunjukan air minum ini mengandung banyak kapang dan khamir. Kemudian di pilih juga 4 koloni terbaik untuk di gores kembali pada media SDA, 4 koloni tersebuh di pilih sesuai warna atau bentuknya yang berbeda-beda. Setelah di inkubasi kembali selama 4-5 hari ditemukan kapang atau khamir yang telah menjadi koloni tunggal dan gunakan koloni- koloni tersebut untuk di identifikasi. Dapat di simpulkan bahwa ternyata Air minum isi ulang tersebut ternyata lebih banyak mengandung kapang dan khamir dibandingkan dengan bakteri. Hal ini disebabkan mungkin karena galon yang diisi ulangnya tidak bersih saat dicuci bisa pula air yang diisinya sudah terkontaminasi ataupun pada dispenser yang dipakai tidak bersih. Pada percobaan mikroflora normal kami mengusapkan kapas yang telah steril tersebut masing-masing pada tangan, hidung, dan kaki kemudian di gores pada media NA dan SDA. Media NA menunjukan pertumbuhan bakteri. Pada goresan kaki terdapat bakteri yang lumayan banyak. Pada hidung tumbuh pula bakteri namun tak sebanyak pada tangan. Hal ini menunjukan bahwa pada kaki terdapat banyak bakteri hal ini disebabkan kaki secara normal akan lebih banyak terkena debu dan kotoran karena berjalan dan berkeringat. Pada tangan pun begitu. Namun pada hidung karena sering dibesihkan saat cuci muka jadi bakterinya tidak terlalu banyak. Pada media SDA menunjukan pula adanya kapang atau juga khamir. Pada goresan tangan terdapat kapang atau khamir berwarna putih berlendir hanya ada 5 koloni. Pada goresan hidung banyak terdapat kapang atau khamir tidak berlendir, berwarna putih. Pada goresan kaki terdapat sedikit kapang atau khamir berwana putih, berlendir.

BAB V KESIMPULAN – Untuk menyendirikan atau mengasingkan suatu spesies dikenal beberapa cara, yaitu : dengan pengenceran dan dengan penuangan – Cara mengisolasi mikroba, yaitu: isolasi pada agar cawan, isolasi pada medium cair, dan Isolasi sel tunggal – Setelah melakukan percobaan dan pengamatan isolasi mikroba dari sampel air minum pada media NA terdapat beberapa bakteri dan pada SDA terdapat banyak koloni kapang dan khamir . – Setelah melakukan percobaan dan pengamatan mikroflora normal pada beberapa bagian tubuh maka didapakan pada media NA terdapat banyak koloni pada goresan kaki sedangkan untuk SDA terdapat kapang atau khamir pada bagian goresan hidung yang tidak berlendir berwarna putih dan pada goresan tangan terdapat kapang atau khamir yang berwarna putih dan berlendir.

DAFTAR PUSTAKA Anonymous, 1993. Dasar-Dasar Pemeriksaan Mikrobiologi. FK UGM bagian Mikrobiologi, Yogyakarta. Buckle, K. A. 1987. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia, Jakarta. Hadioetomo, R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek : Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Pelezar, M.J. 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi. UI-Press, Jakarta. .

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: