Isolasi, Inkubasi dan Inokulasi

November 6, 2009 at 1:40 pm (Farmasi)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Prinsip percobaan

  1. Dapat memahami pengertian dasar inokulasi, inkubasi, dan dstruksi
  2. Dapat memahami cara kerja destruksi

 

1.2       Tujuan percobaan

  1. Untuk mempelajari teknik inokulasi biakan mikroorganisme
  2. Untuk mempelajari maksud dari teknik inkubasi
  3. Untuk mengetahui cara destruksi yang baik dan benar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

Inokulasi Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Untuk melakukan penanaman bakteri (inokulasi) terlebih dahulu diusakan agar semua alat yang ada dalam hubungannya dengan medium agar tetap steril, hal ini agar menghindari terjadinya kontaminasi (Dwijoseputro, 1998). Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum melakukan teknik penanaman bakteri (inokulasi) yaitu :

1. Menyiapkan ruangan Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadannya harus steril agar tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaaan .dalam labotarium pembuataan serum vaksin dan sebagainya. Inokulasi dapat dilakukan dalam sebuah kotak kaca (encast) udara yang lewat dalam kotak tersebut dilewatkan saringan melalui suatu jalan agar tekena sinar ultraviolet (Pelczar, 1986).

2. Pemindahan dengan dengan pipet Cara ini dilakukan dalam penyelidikan air minum atau pada penyelidikan untuk diambil 1 ml contoh yang akan diencerkan oleh air sebanyak 99 ml murni (Pelczar, 1986).

3. Pemindahan dengan kawat inokulasi Ujung kawat inokulasi sebaliknya dari platina atau nikel .ujungnya boleh lurus juga boleh berupa kolongan yang diametrnya 1-3mm. Dalam melakukuan penanaman bakteri kawat ini terlebih dahulu dipijarkan sedangkan sisanya tungkai cukup dilewatkan nyala api saja setelah dingin kembali kawat itu disentuhkan lagi dalam nyala (Pelczar, 1986).

Inkubasi merupakan suatu  teknik perlakuan bagi mikroorganisme yang telah diinokulasikan pada madia (padat atau cair), kemudian di simpan pada suhu tertentu untuk dapat melihat pertumbuhannya. Bila suhu inkubasi tidak sesuai dengan yang diperlukan, biasanya mikroorganisme tidak dapat tumbuh dengan baik. Media inkubasi digolongkan menjadi 2 jenis :

  1. Pada lemari biasa atau suhu kamar,
  2. Pada incubator yang suhunya dapat di tentukan

Proses ini bertujuan agar kita dapat melihat pertumbuhan atau perkembangbiakan pada mikroorganisme.

Destruksi merupakan proses pemusnahan pada hasil pekerjaan mikrobiologi yang telah mengandung mikroorganisme sebelum dilakukan pencucian. Proses destruksi ini penting untuk dilakukan, hal ini bertujuan untuk membersihkan semua mikroorganisme yang terdapat pada alat alat yang telah digunakan pada saat percobaan. Karena kita tidak dapat memastikan bahwa alat alat itu bersih sebelum di destruksi, bisa saja terdapat bakteri atau mikroorganisme yang dapat membahayakan diri kita. Proses ini umumnya di lakukan dengan memasukkan semua wadah atau alat hasil percobaan (yang sudah d kontakan dengan mikroorganisme) ke dalam autoklaf, kemudian di aktifkan pada suhu 121 derajat celcius selama 30 menit. Bila telah selesai, wadah yang mengandung media dan mikroba hasil percobaan (yang telah cair) dapat di buang ke pembuangan umum, kemudian alat dicuci bersih dengan air sabun.

 

BAB III

PROSEDUR PERCOBAAN

3.1       Penuangan Media

  1. Media yang telah kita buat minggu kemarin, kita panaskan sampai cair.
  2. Telah tersedia 3 cawan petri dan 6 tabung reaksi. Cawan petri masing-masing diisi 15 ml media NA, MCA dan SDA. Pipet menggunakan pipet volume 20 ml. sedangkan tabung reaksi diisi 2 ml media yang sama dengan tegak dan miring. Pipet menggunakan pipet volume 5 ml. beri label.
  3. Pada cawan putar sekali saja dan jangan diganggu atau digoncang agar tidak terjadi gumpalan. Pada tabung media miring, setelah diisi media taung disandarkan pada rak tabung agar miring. Biarkan memadat.
  4. Setelah memadat, media siap digores. Lebih baik diamkan sampai dingin pada suhu kamar.

 

3.2       Inokulasi Mikroorganisme

  1. inokulasikan masing-masing 1 isolat mikroorganisme yang telah disediakan , yaitu ; air bak, air ledeng, dan air selokan. Cara melakukan inokulasi yaitu dengan cara menggores media plat dan miring meggunakan ose bulat, sedangkan media tegak ditusuk dengan menggunakan kawat ose lurus.

 

  1. Air bak, Air ledeng dan air selokan digores pada cawan petri yang masing-masing telah berisi media NA, SDA dan MCA. Tiap cawan diberi tanda untuk masing-masing air.

 

 

 

 

 

  1. Sedangkan pada tabung reaksi masing-masing berisi madia yang sama namun dibuat tegak dan miring. Kita hanya menggores dan menusuk air selokan saja pada tabung ini.

 

 

 

 

 

  1. Setiap selesai melakukan inokulasi satu galur mikroorganisme, kawat ose harus di flambir (dibakar sempurna msampai membara) untuk menghidari kontaminasi. Galur kapang lebih baik diinokuasi akhir untuk menghindari penyebaran spora yang tidak diinginkan.

 

3.3       Inkubasi Hasil Inokulasi

  1. Semua cawan dan tabung di inkubasi pada suhu yang optimum dan waktu yang tepat untuk pertumbuhan mikroorganisme yang diinokulasi. Biakan bakteri pada 35-370C selama 24 jam sampai 48 jam, khamir pada 30-350C selama 3 hari dan kapang pada 20-250C selama 5-7 hari.
  2. Untuk hasil inokulasi pada media MCA dan NA dimasukkan dalam incubator. Dibungkus dengan kertas coklat (duplo) dan diberi label agar tidak tertukar dengan yang lain. Sedangkan pada SDA dimasukkan dalam lemari kayu dibungkus an diberi label.
  3. Pengamatan dilakukan terhadap seluruh cirri makroskopis yang dapat dilihat. Jika perlu dapat dilihat cirri makroskopisnya juga. Catat seluruh pengamata dengan lengkap dan teliti bila perlu dengan foto.
  4. Hasil percobaan inokulasi yang terbaik dapat disimpan dalam lemari pendingin untuk dipergunakan pada percobaan minggu depannya atau untuk identifikasi.

3.4       Destruksi

  1. Siapkan aquadest untuk mengisi autoklaf sampai batas volume yang ditentukan.
  2. Masukkan semua alat gelas atau bahan lain yang pernah konta dengan mikroba ke dalam autoklaf.
  3. Pasang kunci pengaman autoklaf, tutup lubang pengeluaran uap, kemudian autoklaf dinyalakan pada suhu 1210C. waktu destruksi dihitung seama 30 menit setelah suhu yang diinginkan tercapai.
  4. Matikan alat, keluarkan uapnya sampai tekanan dalam alat = 0, barulah alat gelas bisa dikeluarkan dari dalam autoklaf.
  5. Semua alat harus langsung dicuci dengan air sabun untuk menghindari perkembangan populasi mikroba yang baru.
  6. Alat gelas dikeringkan dengan cara ditiriskan(tidak boleh dengan lap), kemudian dapat dapat dibungkus sesuai dengan ketentuan yang berlaku bila akan disterlisasi lagi.

 

 

BAB IV

HASIL PERCOBAAN

Media Pelat / datar pada cawan petri

Sampel : Ledeng, Selokan, Bak

GAMBAR KETERANGAN

 

 

Media NA + Sampel

Media NA + Sampel

  • Ledeng (L) : Hampir tidak ada pertumbuhan  bakteri
  • Bak (B) : Terdapat sedikit pertumbuhan bakteri berwarna kuning, berkoloni 3
  • Selokan (S) : Terdapat banyak pertumbuhan bakteri berwarna putih, berkoloni lebih dari 5

 

 

Media MCA + Sampel

Media MCA + Sampel

  • Ledeng (L) : Terdapat sedikit koloni yang menyebar dan berukuran kecil, berwarna merah muda
  • Bak (B) : Terdapat banyak koloni, berwarna kuning kemerahan (jingga)
  • Selokan (S) : Terdapat banyak koloni, berwarna putih, berlendir dan menyebar
Media SDA + Sampel Media SDA + Sampel

  • Ledeng (L) : Terdapat kapang dan khamir, berbentuk bulat hijau pinggir putih, berlendir sedikit
  • Bak (B) : Terdapat banyak kapang dan khamir, berlendir, keruh, berwarna putih
  • Selokan (S) : Terdapat banyak kapang dan khamir, berbentuk bulat ada 2 lapisan yaitu lapisan bawah berwarna hijau dan lapisan atas berwarna putih. Terdapat juga kapang yang berwarna putih

Media Tegak dan Media Miring pada tabung reaksi

Sampel : Air Selokan

GAMBAR KETERANGAN
Media NA

 

Tegak          Miring

Media NA

  • Tegak : Terdapat sedikit pertumbuhan bakteri pada permukaan media, berwarna putih
  • Miring : Terdapat sedikit pertumbuhan bakteri pada permukaan media, berwarna putih
Media MCA

 

Tegak          Miring

Media MCA

  • Tegak : Terdapat pertumbuhan bakteri pada permukaan media, koloni berkumpul pada permukaan media
  • Miring : Terdapat banyak pertumbuhan bakteri pada permukaan media, dan berwarna putih

 

 

Media SDA

 

Tegak    Miring

 

 

Media SDA

  • Tegak : Terdapat banyak kapang dan khamir pada permukaan media, berwarna kuning, ada yang berlendir, putih berlendir
  • Miring : Terdapat banyak kapang dan khamir pada permukaan media, berwarna putih berlendir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PEMBAHASAN

Dari hasil percobaan ini, SDA merupakan media mudah menggumpal terbukti saat dipipet media agak sulit dikeluarkan sehingga menggumpal pada cawan petri. MCA merupakan media yang berwarna merah. Kita harus memutar cawan tujuannya adalah agar media merata dan jangan diganggu atau diguncang agar media tidak menggumpal.

Dari isolate mikroorganisme yang kita goreskan pada media, yaitu air selokan, air bak, dan air ledeng kita melihat perbedaan yang cukup terlihat. Pada media NA, goresan air selokan banyak sekali bakteri yang tumbuh. Hal ini dikarenakan air selokan memang terlihat kotor. Coba kita lihat selokan-selokan di pinggir jalan pasti banyak sampah dan kotoran yang mengalir. Selain itu pada air selokan pasti sering terkena air ujan. Maka benar jika air selokan mengandung banyak bakteri. Goresan air bak pun tumbuh bakteri namun tidak begitu banyak. Hal ini dikarenkan bak yang kotor atau pun memang air dari ledeng yang kotor dan mengandung bakteri. Terlihat ada air ledeng pun tumbuh bakteri namun tidak sebanyak air bak.

Pada media MCA kita sama sekali tidak melihat pertumbuhan satupun bakteri atau mikroorganisme, karena saat MCA belum benar-benar padat kita sudah menggores. Namun hasil yang kita dapatkan adalah hasil percobaan dari kelompok lain.

 

 

Pada media SDA kita akan melihat pertumbuhan kapang dan khamir. Pada goresan air selokan masih banyak kapang dan khamir yang tumbuh. Hal ini jelas karna air selokan itu kotor. Namun pada gorean air ledeng justru lebih sedikit dibandingkan air bak. Hal ini menunjukan bahwa, air bak mengandung kapang atau khamir dan mengandung sedikit bakteri. Hal itu jelas disebabkan oleh bak yang tidak bersih saat membersihkannya.

Pada prosedur awal dilakukan pembuatan media plat, media tegak dan media miring. Pada pembuatan media plat dengan media NA dan SDA cair kedalam cawan Petri digunakan untuk menghitung jumlah koloni bakteri pada media plat tersebut. Pada pembuatan media miring itu dilakukan untuk menumbuhkan bakteri yang bersifat aerob. Pada pembuatan media tegak dilakukan untuk menumbuhkan bakteri yang bersifat anaerob.

    1. Bakteri aerobik adalah organisme yang membutuhkan oksigen.
    2. Bakteri anaerobik adalah organisme yqng tumbuh tanpa oksigen molekular.

Bakteri anaerobik terbagi 2:

Anaerobik fakultatif adalah bakteri yang masih bisa hidup ditempat yang mengandung oksigen.  Anaerobik obligat adalah bakteri yang sama sekali tidak bisa terkena oksigen.

Prosedur kerja aseptis dilakukan dengan prinsip seminimal mungkin tidak terjadi kontaminasi dan tercampurnya bahan yang tidak diinginkan. Digunakannya jarum ose lurus pada media tegak dikarenakan pada inokulasi bakteri agar tegak lurus, menggunakan tabung, dan agar inokulan yang ada bisa masuk secara merata dalam media sampai menuju titik pusat tabung.

Air selokan pada media miring (NA, MCA, dan SDA) : bakteri tumbuh disekitar agar yang posisinya miring mengikuti bentuk goresan ( merupakan bakteri yang bersifat aerob). Pertumbuhan bakteri akan tumbuh banyak, seperti halnya pada media plat, karena media miring ini memungkinkan tersentuh oksigen untuk mendapatkan nutrisi bagi bakteri.

Air selokan pada media tegak (NA, MCA, dan SDA) : Pertumbuhan bakteri ditunjukan dengan adanya bakteri yang melintang ke dalam media tegak, namun pertumbuhan bakteri diatas permukaan media tegak lebih banyak, ini ditunjukkan karena bakteri yang bersifat aerob bergerak ke atas untuk mendapatkan oksigen, sehingga penampakan bakteri yang lebih banyak ada di atas permukaan media tegak, namun pada media tegak ini pertumbuhan bakteri lebih sedikit di banding pada media miring atau media plat.

Air selokan, air bak dan air ledeng pada cawan petri (NA,MCA, dan SDA) : Pada penanaman bakteri ditunjukkan dengan adanya penampakan bakteri di atas permukaan media, ini menunjukkan bahwa bakteri ini bersifat aerob, bakteri menuju keatas untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Pada media plat, pertumbuhan lebih banyak di banding dengan pertumbuhan pada media yang lain, ini disebabkan karena luas permukaan sentuh media plat dengan oksigen lebih banyak sehingga pada media plat.

 

 

 

BAB VI

KESIMPULAN

  1. Media NA, MCA, dan MSA untuk mengetahui pertumbuhan bakteri.
  2. Media SDA  hanya unutk mengetahui pertumbuhan kapang dan khamir.
  3. Untuk pertumbuhan kapang dan khamir harus diinkubasi di lemari kayu. Untuk kapang suhu 20-250C 5-7 hari, untuk khamir 25-300C 2-3 hari dan untuk bakteri 35-370C 24 jam sampai 48 jam.
  4. Media SDA dan NA merupakan media yang mudah menggumpal.
  5. Teknik destruksi dilakukan dengan alat autoklaf pada suhu 1210C selama 30 menit atau apabila dalam keadaan darurat dapat menggunakan suhu 1000C selama 1 jam.
  6. Media tegak merupakan media untuk bakteri anaerob.
  7. Media miring dan media plat merupakan media untuk bakteri aerob.

BAB VII

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta.

Hadioetomo, R.S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Gramedia, Jakarta.

Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta.

Volk , W. A & Wheeler. M. F. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi ke 5. Erlangga.

BAB VIII

LAMPIRAN

  1. Apakah yang dimaksud dengan : suspensi bakteri, inokulum, kultur biakan, galur murni bakteri?

-          Suspensi bakteri : bakteri yang bekelompok yang tedapat pada media yang telah digores oleh suatu sampel bila suspensi yang terbentuk kental, maka bakteri yang terkandung dalam suspensi itu adalah bakteri gram negative namun bila suspensi yang terbentuk encer maka bakter yang terbentuk adalah gram positif.

-          Inokulum  : mikroba yang akan ditanam.

-          Kultur biakan : proses penumbuhan mikrobakteri di dalam media yang telah digores oleh sampel.

-          Galur murni bakteri : jenis dari bakteri yang hidup secara berkelompok, biasanay dapat ditemukan ditanah, air, udara, limbah bahkan terdapat juga pada makanan dan tubuh manusia.

  1. Apa bedanya : suspense bakteri dan campuran inokulum bakteri?

Suspense bakteri, bakteri yang sudah ditanam dalam suatu media dan tinggal diamati perkembangannya. Sedangkan campuran inokulum bakteri, bakteri yang baru akan ditanam dalam suatu media.

 

 

  1. Apakah bedanya : ciri makroskopis dan mikroskopis bakteri?

Ciri makroskopik yaitu ciri bakteri yang dapat dilihat dengan kasat mata/secara langsung oleh mata. Sedangkan ciri mikroskopik yaitu ciri bakteri yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata melainkan harus menggunakan alat  yaitu mikroskop.

  1. Apakah yang dimaksud dengan : suhu minimal, suhu optimal, dan suhu maksimal pertumbuhan mikroorganisme. Manakah yang masih aman untuk pertumbuhannya?

-          Suhu minimal : suhu paling rendah unuk bakteri dapat hidup.

-          Suhu optimal : suhu yang paling tepat untuk bakteri dapat hidup.

-          Suhu maksimal : suhu paling tinggi untuk bakteri dapat hidup.

  1. Mengapa tekanan dalam autoklaf harus diatur hingga nol? Bagaimana mengetahui bahwa keadaan tersebut sudah tercapai?

Agar saat autoklaf dibuka, tekanan didalam autoklaf tidak mendorong alat-alat terlempar keluar. Hal tersebut dapat diketahui dengan melihat pengatur suhu dan tekana diluar autoklaf.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: